JBNN.net | Memasuki musim panen raya, para petani padi di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) tengah menikmati momen yang dinanti. Di tengah hasil panen yang memuaskan, harga gabah yang tinggi menjadi angin segar bagi mereka yang bergelut di sawah.
Hal itu diungkapkan Suaidi, seorang petani asal Desa Kuta Bahagia, Kecamatan Blangpidie. Ia juga merupakan Keujreun Blang (ketua kelompok tani) di Gampong Paya Itek.
Kepada JBNN.net, pria bertubuh kekar itu mengaku baru kali ini harga gabah menyentuh angka yang sepadan dengan biaya produksi dan kerja keras petani. Saat ini, harga jual padi di wilayah mereka berkisar antara Rp7.900 hingga Rp8.000 per kilogram.
“Hampir belasan tahun, baru kali ini harga gabah bisa mengimbangi modal dan kerja kami sebagai Aneuk Blang (petani),” ungkap Suaidi,Minggu (27/7/2025).
Di balik senyum bahagia menyambut panen, Suaidi juga menyampaikan curahan hatinya. Sambil menunjuk sebuah mesin perontok padi jenis Java Tech yang sedang bekerja, ia mengungkapkan bahwa alat tersebut didatangkan dari luar daerah, bukan milik pemerintah setempat.
Meski demikian, ia mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Abdya yang telah membawa pulang sejumlah Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) bantuan dari Kementerian Pertanian beberapa waktu lalu.
“Satu sisi kita bangga, Bapak Bupati sudah berhasil membawa mesin perontok ke Abdya. Tapi yang perlu diperhatikan juga siapa yang kelola. Jangan sampai dua kali pakai, sudah masuk bengkel,” ujarnya.
Sebagai perwakilan petani di Kecamatan Blangpidie, Suaidi menitipkan harapan kepada pemerintah daerah agar pemanfaatan alsintan dapat lebih maksimal, dikelola secara profesional dan bertanggung jawab.
Lebih lanjut, ia menyoroti dua persoalan klasik yang kerap menghantui petani: kelangkaan pupuk subsidi dan masalah irigasi. Kedua hal ini dinilai menjadi faktor utama yang memengaruhi produktivitas petani padi.
“semoga Bupati mendengar harapan kami, pupuk subsidi tersedia sesuai kebutuhan dan irigasi jangan bermasalah. Kalau dua itu lancar, bibit dan lainnya biar kami pikirkan sendiri. Nggak perlu dibantu,” pungkas Suaidi.





