JBNN.net | Dalam rangka mendukung pemulihan pascabencana dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, tim Program Mahasiswa Berdampak melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Penguatan Ketahanan Pangan dan Ekonomi Keluarga Tangguh Bencana Melalui Produksi Penganan Berbuka Puasa dan Kue Kering Hari Raya Berbasis Teknologi Terapan di Desa Iembudee, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen.”
Kegiatan yang berlangsung pada 1–21 Februari 2026 ini dilaksanakan di Desa Iembudee sebagai salah satu wilayah terdampak bencana hidrometeorologi. Program ini melibatkan 55 mahasiswa yang berasal dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) serta Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (USK). Kolaborasi lintas disiplin ini memperkuat pendekatan program, baik dari aspek teknologi pengolahan pangan maupun manajemen usaha dan pemasaran.
Program ini didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Alia Rizki, S.Si., M.Sc dan Prof. Dr. Lenni Fitri, S.Si., M.P. Keduanya menegaskan bahwa penguatan ekonomi keluarga berbasis pangan lokal merupakan strategi efektif dalam membangun masyarakat tangguh bencana melalui pemberdayaan berbasis potensi desa.
Selama tiga pekan pelaksanaan, mahasiswa bersama masyarakat mengikuti pelatihan produksi kue Ramadhan dan kue kering Lebaran dengan pendekatan teknologi terapan sederhana. Materi yang diberikan meliputi teknik pengolahan higienis, pemilihan bahan baku lokal berkualitas, teknik pengemasan yang menarik dan aman pangan, hingga analisis biaya produksi dan strategi penentuan harga jual.
Adapun narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan ini adalah Yekki Yasmin, S.Si., M.Si dan Dr. Essy Harnelly, M.Si, yang memberikan penguatan materi terkait inovasi produk berbasis pangan lokal, keamanan pangan, serta strategi pemasaran berbasis komunitas dan momentum Ramadhan.
Produk unggulan yang dihasilkan dalam pelatihan ini adalah puding coklat jagung dan bolu tape singkong, dua penganan berbahan baku jagung dan singkong yang merupakan kearifan lokal masyarakat. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian desa, tetapi juga membuka peluang usaha rumahan menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul fitri.
Melalui program ini, masyarakat Desa Iembudee diharapkan mampu memproduksi penganan berbuka puasa dan kue kering secara mandiri dan berkelanjutan. Selain mendukung pemulihan ekonomi pascabencana, kegiatan ini juga memperkuat kapasitas kewirausahaan keluarga, meningkatkan peran perempuan dalam ekonomi rumah tangga, serta menumbuhkan semangat gotong royong dan optimisme masyarakat.
Program Mahasiswa Berdampak ini menjadi wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menghadirkan solusi aplikatif berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus membentuk mahasiswa yang adaptif, kolaboratif, dan berdampak langsung bagi pembangunan daerah.





