JBNN.Net| Ditinggal pergi mengambil bantuan sosial (Bansos) beras di Kantor Camat, tiga rumah ludes dilahap si jago merah di Dusun Rajawali, Desa Landuh, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang, Selasa (27/2/2024).
Pantauan awak media di lapangan, api begitu cepatnya melahap bangunan rumah kayu dan semi permanen sehingga membuat bangunan rata dengan tanah. Kejadian terjadi sekitar pukul 10.57 WIB.
Kepala Desa Kampung Landuh Helmi menjelaskan, sumber api berasal dari rumah warga yang ditinggal penghuninya. Kobaran api langsung melahap rumah yang berada di depannya. Memang rumah tersebut berdempetan dan semi permanen.
“Api berasal dari rumah Candra Kirana, namun penyebab pastinya belum bisa diketahui, imbasnya api merambat ke rumah M. Raziz. Rumah pertama enggak ada orangnya, cuaca pun lagi panas dan angin kencang langsung meluas mengikuti arah angin,” ujar Helmi di lokasi, Selasa (27/2/2024).
Saat kejadian, warga bahu membahu mencoba memadamkan api dengan alat seadanya sebelum Pemadam Kebakaran datang ke lokasi.
Selanjutnya, ketika Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi, Tim langsung berjibaku bersama warga. Api yang begitu menjulang tinggi pun baru dapat di jinakkan pada pukul 11:50 WIB.
“Iya memang ini warga kurang mampu, jadi dia penerima bantuan. Saat kejadian dia tidak berada di rumah, lagi ngantri bansos di Kantor Camat,” Lanjut Helmi.
Di sisi lain, Pusdalop Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang Sulaiman, S.sos. Pihaknya mengerahkan tiga unit fire truk dan satu truk tangki sebagai stok air.
Saat dimintai keterangan, Sulaiman menjelaskan “akses jalan pemukiman yang padat penduduk adalah salah satu medan yang agak sulit”
Saat ini tidak ada korban jiwa, kebetulan memang yang punya rumah tidak berada di rumah dan tetangga lain keluar menyelamatkan diri,” kata Sulaiman di tempat kejadian.
Tidak ada korban jiwa dalam Peristiwa ini. Sedangkan penyebab kebakaran, diduga arus pendek. Pemilik rumah saat ini pun mengalami trauma.
Hingga berita ini di muat, adapun taksiran kerugian material mencapai puluhan juta rupiah.
Penulis :Ricky Syahrudi





