Meuseuraya Festival 2026 Bidik Transaksi Rp5 Miliar, 20 Ribu Pengunjung

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Aceh, Agus Chusaini(Tengah)Saat BBM bersama Awak Media(Foto:Dok Jbnn.net).

JBNN.net, Banda Aceh |  Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh menargetkan transaksi lebih dari Rp5 miliar dalam pelaksanaan Meuseuraya Festival 2026 yang akan digelar pada 22–25 Oktober 2026 di Balee Meuseuraya Aceh (BMA), Banda Aceh.

Tak hanya mengejar transaksi, festival yang mengusung tema “Meukarya Wastra Indatu: Menenun Warisan, Merajut Daya Saing Aceh” itu juga ditargetkan mampu menarik lebih dari 20 ribu pengunjung selama empat hari pelaksanaan.

Kegiatan tersebut akan menghadirkan sekitar 140 expo dan bazar serta melibatkan sekitar 1.200 peserta, dengan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif menjadi salah satu bagian utama dalam rangkaian festival.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Aceh, Agus Chusaini, mengatakan Meuseuraya Festival tidak sekadar menjadi ajang promosi dan pameran produk UMKM, tetapi juga diarahkan untuk memperluas akses pasar melalui kegiatan business matching.

“Harapannya kegiatan ini bisa menjadi tempat bagi UMKM untuk mempromosikan produknya dan mendapat buyer baru,” kata Agus, Saat Bincang Bareng Media (BBM), Senin (5/10/2026) di Banda Aceh.

Menurutnya, target transaksi lebih dari Rp5 miliar diharapkan berasal dari berbagai aktivitas selama festival, terutama bazar, expo dan business matching.

Selama empat hari, pengunjung akan disuguhkan beragam kegiatan, mulai dari expo dan bazar UMKM, business matching, workshop, seminar dan talkshow hingga berbagai agenda yang mengangkat kekayaan wastra dan budaya Aceh.

Sejumlah produk wastra Aceh seperti bordir, tenun dan songket juga akan ditampilkan. Selain itu, festival menghadirkan fashion show wastra, pameran kriya, pertunjukan seni budaya, lomba rapai, lomba ratoh jaroe hingga Meuseuraya Idol.

BI Aceh juga menjadikan festival ini sebagai ruang untuk mendorong warisan budaya agar memiliki nilai ekonomi yang lebih kuat. Wastra Aceh tidak hanya dipandang sebagai peninggalan budaya, tetapi juga sebagai produk kreatif yang dapat dikembangkan dan menembus pasar yang lebih luas.

Selain UMKM dan wastra, Meuseuraya Festival 2026 turut membawa agenda penguatan ekonomi pascabencana serta pengembangan sektor pertanian dan UMKM.

Dalam rangka mendukung pengendalian inflasi, BI Aceh juga menyiapkan Lomba Dapur Inflasi dan Kenduri Rayeuk Inflasi sebagai bagian dari rangkaian festival.

Dengan target transaksi lebih dari Rp5 miliar, 20 ribu pengunjung, 140 expo dan bazar serta keterlibatan sekitar 1.200 peserta, Meuseuraya Festival 2026 diharapkan menjadi ruang pertemuan antara UMKM, pelaku industri kreatif, pemerintah, perbankan, komunitas hingga buyer.

Festival tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi ekonomi dan kekayaan budaya Aceh kepada pasar yang lebih luas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *