JBNN.net , Medan | Dosen STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Aini Safitri, berhasil melaksanakan Promosi Doktor pada Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara (UIN SU) Medan, Kamis (21/5/2026). Sidang promosi tersebut berlangsung di Ruang Sidang (Aula) FITK Lantai II Kampus II UIN SU Medan, Jalan William Iskandar Medan Estate, mulai pukul 14.00 hingga 16.00 WIB.
Dalam sidang terbuka tersebut, Aini Safitri mempertahankan disertasinya yang berjudul “Studi Multisitus Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Menerapkan Kurikulum Merdeka di Kabupaten Aceh Tamiang.” Penelitian ini mengkaji pola kepemimpinan kepala madrasah dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka pada beberapa madrasah di Kabupaten Aceh Tamiang melalui pendekatan multisitus.
Sidang promosi doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag, yang diwakili oleh Prof. Dr. Muzakkir, M.Ag dengan Sekretaris Sidang Prof. Dr. Tien Rafida, M.Hum. Sementara tim penguji terdiri dari para akademisi dan pakar pendidikan, yakni Prof. Dr. Amiruddin Siahaan, M.Pd dan Prof. Dr. Mardianto, M.Pd selaku promotor sekaligus penguji, kemudian Prof. Dr. Wahyudin Nur Nasution, M.Ag serta Dr. Ahmad Syukri Sitorus, M.Pd sebagai penguji internal.
Selain itu, sidang juga menghadirkan Prof. Dr. Siti Patimah, M.Pd dari UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten sebagai penguji eksternal, serta Dr. Zunidar, M.Pd sebagai penguji lintas ilmu.
Dalam pemaparannya, Aini Safitri menjelaskan bahwa kepemimpinan kepala madrasah memiliki peran strategis dalam keberhasilan penerapan Kurikulum Merdeka, khususnya dalam membangun budaya belajar yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik. Penelitian tersebut juga menyoroti pentingnya kemampuan manajerial kepala madrasah dalam mendorong kolaborasi guru serta penguatan mutu pembelajaran.
Aini Safitri dinyatakan lulus dengan nilai Disertasi 95.2 dan IPK 3.93, Yudisium Terpuji.
Promosi doktor ini menjadi capaian akademik yang membanggakan, tidak hanya bagi Aini Safitri secara pribadi, tetapi juga bagi civitas akademika STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh.
Keberhasilan tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan pendidikan Islam dan peningkatan kualitas kepemimpinan madrasah di Indonesia, khususnya di Aceh.





