Prabowo Pertimbangkan WFH untuk Hemat BBM di Tengah Ancaman Konflik Timur Tengah

JBNN.net | Presiden Prabowo Subianto menyadari tantangan yang tengah dihadapi Indonesia terkait potensi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik yang masih berkecamuk antara Iran dan Israel yang juga melibatkan Amerika Serikat.

Sebagai langkah antisipasi, Prabowo mempertimbangkan penerapan kebijakan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah guna menekan konsumsi BBM nasional.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet di Istana Negara pada Jumat (13/3). Dalam arahannya kepada para menteri, ia meminta para menteri koordinator untuk mengkaji kemungkinan penerapan kebijakan tersebut.

“Ini saya minta dibicarakan oleh menko-menko ya. Dalam beberapa hari ini kita lihat, kita pikirkan. Dulu kita sukses atasi Covid, kita berhasil, dan kita mampu, banyak bekerja dari rumah,” kata Prabowo Subianto di hadapan anak buahnya dalam Kabinet Merah Putih.

Prabowo menilai, jika kebijakan WFH dapat diterapkan dengan baik seperti pada masa pandemi COVID-19 beberapa tahun lalu, Indonesia berpotensi menghemat konsumsi BBM dalam jumlah besar.

“Kita bisa menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar,” tegas Prabowo Subianto.

Ia juga mengingatkan bahwa pemerintah tidak boleh terlena dengan anggapan bahwa stok BBM nasional akan selalu aman, terutama di tengah ketidakpastian situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Menurut Prabowo, risiko kelangkaan BBM tetap harus diantisipasi, terutama jika konflik antara Iran dan Israel yang didukung Amerika Serikat terus berlanjut dan jalur distribusi energi global seperti Selat Hormuz belum dapat beroperasi secara normal.

“Kita tidak bisa mengatakan bahwa apa pun terjadi kita aman, tapi tidak ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM,” ungkap Prabowo.

Pemerintah kini mempertimbangkan berbagai langkah strategis guna menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada konsumsi BBM di tengah dinamika geopolitik global yang belum menunjukkan tanda mereda.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *