JBNN.net | Pemerintah Aceh kembali menurunkan ribuan aparatur sipil negara (ASN) sebagai relawan pada tahap II penanganan pascabencana di sejumlah kabupaten terdampak. Sebanyak 4.000 ASN mulai diberangkatkan pada Jumat (2/1/2026) untuk membantu percepatan pemulihan di lapangan.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, mengatakan keberangkatan para relawan ASN tidak dilakukan melalui pelepasan secara komunal, melainkan secara mandiri oleh masing-masing Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA).
“Kebijakan ini diambil untuk menghindari potensi kemacetan lalu lintas, khususnya di jalur-jalur rawan seperti jembatan penghubung Kuta Blang–Awe Geutah di Kabupaten Bireuen,” kata Muhammad MTA dalam Keterangan Persnya.

Ia menjelaskan, pada tahap II ini, fokus utama relawan ASN adalah membersihkan fasilitas pendidikan, mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA/SMK. Langkah tersebut dilakukan seiring rencana pengaktifan kembali kegiatan belajar mengajar pada 5 Januari mendatang.
“Konsentrasi terbesar relawan diarahkan ke Kabupaten Aceh Tamiang, yang menjadi salah satu wilayah dengan dampak cukup signifikan,” ujarnya.
Para relawan ASN diberangkatkan dengan dukungan fasilitas dari SKPA masing-masing, termasuk peralatan kerja dan perlengkapan dapur umum.
Setibanya di lokasi, mereka akan berkoordinasi dengan pos komando kabupaten/kota serta bergabung dengan unsur penanganan lainnya, seperti BNPB, TNI/Polri, dan relawan masyarakat.
Muhammad MTA menegaskan, penugasan relawan ASN akan terus dilakukan secara bertahap dan simultan, seiring dengan kebutuhan di lapangan.
“Pemerintah Aceh bergerak cepat dan beriringan dalam proses pemulihan, dengan tetap berada di bawah supervisi ekstra dari Pemerintah Pusat,” katanya.
Lanjut dia, Gubernur Aceh juga terus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kebersamaan dan solidaritas.
“Harapannya, dengan persatuan dan kerja bersama, Aceh dapat bangkit lebih kuat dari bencana ini,” tutup Muhammad MTA.




