JBNN.Net | PT Fast Food Indonesia Tbk. (FAST), pemilik waralaba KFC di Indonesia, mencatatkan kerugian bersih sebesar Rp796,7 miliar sepanjang 2024. Angka ini melonjak 91,67% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat Rp415,6 miliar.
Penurunan pendapatan menjadi penyebab utama. Sepanjang 2024, FAST hanya mampu membukukan pendapatan Rp4,87 triliun, turun 17,85% dibandingkan Rp5,93 triliun di tahun 2023. Penjualan makanan dan minuman kontributor utama pendapatan juga menyusut tajam 17,7% menjadi Rp4,8 triliun.
Direktur FAST, Wachjudi Martono, mengungkapkan bahwa kinerja negatif ini dipicu oleh sentimen masyarakat terhadap brand yang diasosiasikan dengan konflik di Timur Tengah, yang berdampak langsung pada penurunan penjualan.
Di sisi lain, pelemahan daya beli akibat kondisi ekonomi juga turut menekan performa perseroan.
Sebagai upaya pemulihan, FAST menyiapkan sejumlah langkah strategis. Di antaranya adalah penyesuaian harga, promosi lebih agresif, serta efisiensi operasional seperti otomatisasi, digitalisasi, negosiasi harga bahan baku, dan optimalisasi rantai pasok.
Dari sisi keuangan, beban pokok penjualan berhasil ditekan 10,3% menjadi Rp2 triliun. Namun, laba kotor tetap turun 22,5% menjadi Rp2,8 triliun. Aset perusahaan tercatat menyusut 9,7% menjadi Rp3,5 triliun, sementara liabilitas meningkat 6,7% menjadi Rp3,4 triliun. Ekuitas pun merosot tajam hingga 82,4% menjadi Rp127,7 miliar.
Sumber:Bisnis.com






