JBNN.Net | Semangat untuk terus menjaga ukhuwah, merawat keseimbangan, walaupun hanya sekedar bertukar tatap dengan para senior. Momentum buka bersama lintas generasi ini, kami harapkan dapat menciptakan atmosfer dalam suasana penuh keakraban.
Harapan itu, diucapkan Muhammad Luthfi Hidayat, di hadapan para tokoh pendahulu lintas generasi KNPI Aceh Tamiang, MPI, sejumlah OKP, PK KNPI Aceh Tamiang serta seluruh kepengurusan KNPI Aceh Tamiang periode 2024-2027 Minggu, (9/3) di Kantor KNPI Aceh Tamiang, Satelit Graha, Karang Baru, Aceh Tamiang.
Luhtfi juga mengatakan, kegiatan buka bersama lintas generasi tersebut bisa di jadikan agenda tahunan setiap datangnya bulan suci Ramadan. Menurutnya, selain mempererat silaturahmi, kumpul bersama dengan para pengurus pendahulu juga bisa melahirkan ide-ide baru untuk ber sinergi membangun daerah yang lebih baik.
“Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk bersinergi dalam membangun daerah yang lebih baik, khususnya daerah Kabupaten Aceh Tamiang,” kata ketua KNPI Aceh Tamiang itu.
Sekretaris Jenderal KNPI Aceh Tamiang, Muhammad Bidjeh Mulia, mengapresiasi penuh atas kehadiran tokoh-tokoh KNPI Aceh Tamiang terdahulu. Ia mengaku hatinya merasa tersentuh melihat ramai kehadiran para tokoh pemuda, OKP dan pendahulu.
“Izinkan saya memberi rasa hormat, atas kehadiran senior-senior kami di lingkungan KNPI Aceh Tamiang, saya merasa terharu. Barangkali ini, adalah bentuk dari rasa sayang abang-abang kepada organisasi ini, selayaknya adik, maka sejatinya kami selalu ingin dibimbing,” ungkapnya .
Sepakat denga Luthfi, Bidjeh menganggap, pertemuan di bulan berkah itu sebagai awal sejarah penting untuk bisa dijadikan tradisi tahunan KNPI Aceh Tamiang yang tak hanya sekedar kumpul-kumpul namun dapat dijadikan ajang diskusi untuk menentukan pembangunan daerah.
“Bagi kami, ini adalah momen bersejarah, saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlangsung pada tahun-tahun mendatang guna memperkokoh solidaritas dan peran aktif pemuda untuk membangun Aceh Tamiang,” ulas Bidjeh.





