PELTI Aceh Tanggapi Kegagalan Tim Tenis Beregu Aceh di PON XXI 2024

Ketua PELTI Aceh,Budi Kafrawi (Foto:Dok IG Pelti)

JBNN.Net |  Ketua Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PELTI) Aceh, Budi Kafrawi, memberikan tanggapan atas kegagalan tim Tenis Beregu Putra dan Putri Aceh yang tidak berhasil meraih medali pada PON XXI Aceh-Sumut 2024.

Kedua tim harus mengakhiri pertandingan mereka di babak perempat final yang berlangsung di Lapangan Tenis Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, pada Kamis, 12 September 2024.

Tim Beregu Putra Aceh kalah dengan skor 2-0 dari Beregu Jawa Timur. Nasib serupa juga dialami oleh Tim Beregu Putri Aceh yang harus mengakui keunggulan tim beregu putri Jawa Timur dengan skor yang sama.

Budi Kafrawi menyatakan bahwa walaupun Aceh sebagai tuan rumah, target prestasi dalam cabang olahraga tenis lapangan belum terpenuhi. Menurutnya, Aceh belum pernah meraih medali dalam kategori beregu putra maupun putri di ajang PON, meskipun persiapan dan dukungan telah dilakukan secara maksimal.

“Sejauh ini prestasi kita masih terbatas. Walaupun sebagai tuan rumah, kita masih belum bisa mencapai target medali. Kebetulan kali ini di babak perempat final kita harus berhadapan dengan tim Jawa Timur yang memiliki pemain dengan pengalaman nasional dan internasional,” ujar Budi, Jumat 13 September 2024.

Budi menambahkan, tim Tenis Beregu Putra dan Putri Jawa Timur telah melakukan persiapan yang matang dan memiliki pemain yang sudah berlaga di level nasional hingga internasional. Hal ini menjadikan mereka sebagai salah satu tim terkuat di PON kali ini.

Meskipun demikian, Budi tetap optimis dengan perkembangan tenis Aceh ke depannya. Menurutnya, Aceh telah mendapatkan kepercayaan dari PELTI pusat sebagai salah satu dari 10 sentra pembinaan tenis di Indonesia. “Kita memiliki peluang besar ke depan dengan adanya dukungan dari pusat dan daerah. Ini adalah kesempatan bagi kita untuk lebih mengembangkan bakat-bakat lokal,” jelasnya.

Budi juga menyoroti pentingnya peningkatan pembinaan dan jam terbang para pemain tenis di Aceh. Ia berharap kolaborasi antara PELTI Aceh dan pusat dapat lebih ditingkatkan untuk menjadikan Aceh sebagai pusat pembinaan tenis yang unggul.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pengalaman dan jam bertanding para atlet kita, sehingga pada PON berikutnya kita bisa tampil lebih baik dan meraih medali,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *