Kejaksaan Dinilai Bukan Superbody, Hanya Menjalankan Tugas Khusus

Suparji Ahmad, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Al-Azhar(Foto:Dok Ist)

JBNN.Net | Dalam perbincangan terkait kewenangan Kejaksaan, Suparji Ahmad, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Al-Azhar, menyatakan pandangan berbeda dari beberapa ahli yang menyebut Kejaksaan sebagai lembaga “superbody”. Menurut Suparji, Kejaksaan memang memiliki kewenangan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan, namun kewenangan tersebut hanya terbatas pada kasus tindak pidana korupsi.

Suparji menjelaskan, “Kejaksaan diberikan kewenangan tersebut khusus untuk tindak pidana korupsi. Di beberapa negara, jaksa memang diberikan kewenangan dalam perkara-perkara yang sulit pembuktiannya, seperti korupsi dengan modus yang rumit dan kompleks.”

Bacaan Lainnya

Ia menekankan bahwa kewenangan ini bukanlah hal yang luar biasa. Justru, aparat penegak hukum saat ini dinantikan kinerjanya oleh masyarakat, bukan untuk berebut kewenangan.

Suparji juga menyoroti kasus pertambangan Timah. Menurutnya, jika hanya ditangani melalui penegakan hukum administratif, yang terjerat biasanya hanya pelaku-pelaku kecil seperti penambang tanpa izin. Namun, melalui instrumen tindak pidana korupsi, Kejaksaan mampu membongkar sistem jahat atau mafia di sektor pertambangan yang merugikan rakyat kecil, sementara pihak-pihak tertentu menikmati hasil pertambangan secara berlimpah-ruah.

Lebih lanjut, Suparji mengira pemberitaan yang menyudutkan Kejaksaan, terutama terkait masalah kewenangan, serta adanya pembunuhan karakter di media sosial terhadap pejabat Kejaksaan. Ia menilai hal tersebut sebagai serangan balik koruptor (corruptor fight back) yang bertujuan mengadu domba antar penegak hukum.

Ia mengajak masyarakat untuk bersikap cerdas dan kritis terhadap upaya-upaya serangan balik koruptor serta memandang setiap permasalahan dengan pemikiran yang jernih. “Seyogyanya masyarakat harus cerdas dan kritis dalam menyikapi setiap pemberitaan, terutama yang bertujuan merusak citra penegakan hukum di Indonesia,” ujar Suparji.dalam keterangan Pers ,Sabtu 4 Juni 2024.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *